Aktivis Flotilla yang Ditahan Israel Disuruh Bersujud dengan Tangan Terikat Kamis, 21/05/2026 | 06:42
Kondisi Aktivis Flotilla yang Ditahan Israel (Foto X)
Berkabarnews.com, Jakarta - Perlakuan Israel terhadap para aktivis Global Sumud Flotilla yang mereka tangkap saat hendak menuju Gaza sungguh keterlaluan. Para aktivis disuruh bersujud dengan tangan diikat tali. Foto-foto aktivis yang ditahan ini diunggah oleh Menteri Israel Itamar Ben-Gvir.
Dilansir Al Jazeera, Rabu (20/5/2026), unggahan Ben-Gvir itu diberi keterangan 'Selamat datang di Israel'. Lagu kebangsaan Israel berkumandang saat para aktivis diperlakukan tak manusiawi. Terlihat ada aktivis yang memegang paspor mereka di tangannya.
Unggahan ini langsung memicu kemarahan global. Beberapa negara memanggil Duta Besar Israel setelah perlakuan Ben-Gvir tersebut.
Italia, Prancis, Belanda, dan Kanada, telah memanggil duta besar Israel ke ibu kota mereka untuk menyatakan 'kemarahan' mereka atas perlakuan Israel terhadap aktivis armada Gaza yang diculik.
"Gambar-gambar Menteri Israel Ben Gvir tidak dapat diterima. Cara ini melanggar martabat manusia," kata Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni dalam sebuah pernyataan di X.
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot juga mengecam tindakan Ben-Gvir sebagai "tidak dapat diterima", menyerukan pembebasan warga negara Prancis "sesegera mungkin".
Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand menyebut insiden itu "sangat mengkhawatirkan", menambahkan bahwa Ottawa akan memanggil duta besar Israel terkait insiden tersebut.
"Ini adalah masalah yang kami tangani dengan sangat, sangat serius. Ini adalah masalah perlakuan manusiawi terhadap warga sipil, dan saya dapat meyakinkan Anda bahwa kami bertindak dengan sangat mendesak," katanya kepada wartawan, dilansir detik.com.
Belanda juga akan memanggil duta besar Israel, karena Menteri Luar Negeri Belanda Tom Berendsen mengatakan bahwa "perlakuan Ben-Gvir terhadap para tahanan melanggar martabat manusia".
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengatakan warganya juga termasuk di antara mereka yang diculik oleh pasukan angkatan laut Israel. Ia menyebut tindakan Israel "sangat di luar batas".
"Apa dasar hukumnya? Apakah itu perairan teritorial Israel?" tanya Lee.
"Apakah itu tanah Israel? Jika terjadi konflik, dapatkah mereka menyita dan menahan kapal negara ketiga?" imbuhnya.
Kementerian Luar Negeri Portugal juga mengecam keras "perilaku yang tidak dapat ditoleransi" dari Ben-Gvir.
Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares menyebut perlakuan terhadap para aktivis itu "mengerikan", sementara Menteri Luar Negeri Irlandia Helen McEntee mengatakan dia "terkejut" dengan rekaman tersebut, dan menyerukan pembebasan segera para aktivis.
Total ada 430 aktivis Global Sumud Flotilla yang ditangkap oleh tentara Israel dalam perjalanan misi kemanusiaan ke Gaza. Termasuk 7 Warga Negara Indonesia (WNI) dan mereka dibawa ke Israel untuk menjalani penahanan.**/ara