Puasa Sunnah Dzulhijjah Tahun 2026 Mulai Tanggl 18 Sampai 26 Mei Kamis, 14/05/2026 | 17:50
Foto ilustrasi int
Berkabaarnews.com, Pekanbaru - Bulan Dzulhijjjah merupakan bulan keduabelas dalam kalender hijriah. Puasa di bulan Dzulhijjah merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan, karena menjadi salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta meningkatkan ketakwaan.
Bulan Dzulhijjah juga termasuk salah satu dari empat bulan yang mulia atau asyhurul hurum. Maka di bulan yang istimewa ini, Rasulullah Saw menganjurkan umat Islam melaksanakan puasa, terutama di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Kesempatan beribadah tidak hanya diberikan kepada umat Muslim yang tengah melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci di bulan ini, tetapi siapapun mendapat kesempatan beramal meskipun dalam bentuk yang berbeda.
Pahala ibadah pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah mendapatkan pelipatan pahala dibanding ibadah di bulan lainnya. Rasulullah Saw bersabda yang artinya: "Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar". (HR At-Tarmidzi).
Maksud dari sebanding dengan satu tahun puasa pada hadits di atas adalah satu tahun puasa sunnah, bukan puasa wajib di bulan Ramadhan.
Khusus untuk puasa pada Hari Arafah (9 Dzulhijjah), Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa tersebut dapat menghapus dosa-dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu”. (HR Muslim).
Hari-hari terbaik untuk berpuasa di bulan Dzulhijjah adalah 9 hari pertama, karena hari-hari tersebut merupakan hari-hari yang paling diberkahi dalam setahun dan berpuasa pada hari-hari tersebut adalah sunnah Nabi Muhammad SAW. Dilarang berpuasa pada hari ke-10 Dzul Hijjah, yaitu hari raya Idul Adha.
Jika tidak mampu berpuasa selama 9 hari penuh di bulan Dzulhijjah, maka usahakan untuk berpuasa setidaknya pada hari ke-9 Dzulhijjah, yaitu Hari Arafah. Hari itulah Allah menyempurnakan agama-Nya: "Pada hari ini Aku telah menyempurnakan agamamu untukmu dan telah melengkapi nikmat-Ku atasmu dan telah meridhai Islam sebagai agamamu". (Al-Qur'an | 5:3).
Waktu pelaksanaan Dzulhijjah 2026
Puasa Dzulhijjah tahun 2026 (1-9 Dzulhijjah 1447 H) diperkirakan jatuh pada tanggal 18-26 Mei 2026. Dua hari paling utama adalah Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah) pada 25 Mei 2026 dan Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) pada 26 Mei 2026, dengan Idul Adha 10 Dzulhijjah diprediksi pada 27 Mei 2026
Berikut detail jadwal puasa Dzulhijjah 2026: 1 Dzulhijjah: Senin, 18 Mei 2026 2 Dzulhijjah: Selasa, 19 Mei 2026 3 Dzulhijjah: Rabu, 20 Mei 2026 4 Dzulhijjah: Kamis, 21 Mei 2026 5 Dzulhijjah: Jumat, 22 Mei 2026 6 Dzulhijjah: Sabtu, 23 Mei 2026 7 Dzulhijjah: Minggu, 24 Mei 2026 8 Dzulhijjah (Tarwiyah): Senin, 25 Mei 2026 9 Dzulhijjah (Arafah): Selasa, 26 Mei 2026
Jadwal ini berdasarkan kalender 1447 H dan dapat disesuaikan kembali dengan hasil sidang isbat (rukyatul hilal).
Bagi orang yang memiliki utang puasa Ramadhan, diperbolehkan untuk mengqadhanya bersamaan puasa sunnah Dzulhijjah. Bahkan, menurut Sayyid Bakri Syatha (w. 1892 M.) dengan mengutip fatwa Al-Barizi menjelaskan, andaikan puasanya hanya niat qadha, maka mendapat pahala keduanya.
Misalnya bertepatan hari Arafah seseorang melakukan puasa qadha Ramadhan dengan niat qadhanya saja, secara otomatis juga memperoleh kesunnahan puasa Arafah (Sayid Bakri, Hâsyiyah I’ânah at-Thaâlibîn, juz 2, h. 224).
Niat Puasa Sunnah Dzulhijjah
Seperti puasa pada umumnya, waktu niat puasa Dzulhijjah adalah pada malam hari, yakni sejak terbenamnya matahari sampai terbit fajar. Lafal niatnya adalah:
1. Niat puasa dari tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah: Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta‘âlâ. Artinya: Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah ta’âlâ.”
2. Niat pada pada tanggal 8 Dzulhijjah (hari Tarwiyyah): Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ. Artinya: Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta’âlâ.
3. Niat puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah (hari Arafah): Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ. Artinya: Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta’âlâ.**/ara/dari berbagai sumber