Disperindag Pekanbaru akan Sidak Distributor Terkait Melonjaknya Harga MinyaKita Minggu, 10/05/2026 | 22:43
Foto ilustrasi int
Berkabarnews.com, Pekanbaru - Harga minyak goreng subsidi pemerintah, Minyakita, di Kota Pekanbaru merangkak naik di berbagai pasar tradisional, antara Rp17.000 hingga Rp20.000 per liter, melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter. Kenaikan ini dipicu oleh pasokan yang tidak stabil dari tingkat distributor.
Menyikapi kondisi ini, Kepala Disperindag Kota Pekanbaru melalui Kabid Tertib Perdagangan dan Perindustrian, Khairunnas, mengatakan pihaknya akan segera melakukan penelusuran ke tingkat distributor, untuk memastikan apakah kenaikan harga berasal dari rantai distribusi pertama atau permainan spekulan di tingkat bawah.
"Dalam waktu dekat kami akan kembali menelusuri persoalan yang membuat harga Minyakita mengalami lonjakan. Kami meminta distributor jangan ada yang menaikkan harga di luar regulasi, karena HET sudah jelas ditetapkan," ujar Khairunnas, Minggu (10/5/2026).
Khairunnas menduga kenaikan harga ini merupakan ulah oknum distributor swasta di luar jalur Bulog. Muncul dugaan bahwa distributor menjual stok dengan harga tinggi dan membebankan ongkos kirim tambahan kepada pedagang, yang pada akhirnya membebani konsumen akhir di pasar-pasar rakyat.
Dampak dari ketidakstabilan ini sangat dirasakan oleh masyarakat menengah ke bawah dan mahasiswa. Sebelumnya, Pemerintah Kota Pekanbaru sebenarnya telah memanggil sejumlah distributor untuk dimintai keterangan terkait alur distribusi.
Dengan kondisi yang semakin meresahkan masyarakat ini, Disperindag berkomitmen untuk memperketat pengawasan dan memastikan pasokan kembali lancar agar masyarakat tidak semakin terbebani oleh kenaikan harga bahan pokok.**/ian/mcr