PPIH Sediakan Hidangan dengan Cita Rasa Nusantara untuk JCH di Madinah Senin, 20/04/2026 | 11:54
Berkabarnews.com, Jakarta - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menyediakan sebanyak 23 dapur atau katering yang menyediakan makanan dengan cita rasa nusantara untuk jamaah calon haji (JCH) gelombang pertama yang berangkat dari Indonesia ke Madinah.
"Tidak perlu risau selama berada di Madinah. Seluruhnya sudah diseleksi oleh Kemenhaj Republik Indonesia,” kata Kepala Seksi Konsumsi Daerah Kerja (Daker) Madinah Beny Darmawan, Senin (20/4/2026).
Menurut Beny, selama tinggal di Madinah, jamaah Indonesia akan mendapatkan makan sebanyak 27 kali atau tiga kali sehari dengan menyesuaikan kebiasaan masyarakat Indonesia yang makan di waktu pagi, siang, dan menjelang malam.
Beny mengatakan, seluruh bumbu yang digunakan dalam meracik menu masakan didatangkan dari Indonesia dalam bentuk pasta atau sudah racikan. Bumbu pasta asli Indonesia jauh lebih memudahkan dalam proses distribusi hingga produksi, jika dibanding harus mendatangkan bumbu secara mentah.
Tidak hanya bumbu, juru masak juga menjadi syarat yang harus dipatuhi oleh dapur yang bekerja sama dengan Kemenhaj RI. Setiap dapur harus memiliki setidaknya dua orang koki utama dan empat orang asisten yang berasal dari Indonesia.
Sementara bagi jamaah calon haji lanjut usia (lansia), menunya akan menyesuaikan agar nutrisi mereka tetap terpenuhi serta dapat disesuaikan dengan permintaan.
“Kalau untuk lansia ini sesuai kontrak yang sudah dibuat, jamaah bisa minta menu. Sebenarnya menu sama, tapi biasanya nasi buat bubur atau lebih lunak agar bisa lebih dicerna,” kata Beny.
Jamaah calon haji Indonesia kata Beny, tidak perlu khawatir dengan kondisi makanan seiring jaminan yang sudah dipastikan oleh petugas. Makanan akan dicek dan diawasi sebelum sampai di hidangan jamaah.
Pengecekan sampel dilakukan di tiga lokasi, yakni di kantor Daker Madinah, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan di sektor tempat jamaah berada.**/ara