Apel Kesiapsiagaan Karhutla, Polres Kampar Siap Bergerak Saat Diperlukan Kamis, 04/06/2026 | 13:39
Berkabarnews.com, Kampar - Mempersiapkan diri menghadapi potensi bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tahun 2026, Pemkab Kampar laksanakan Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Bencana Karhutla, Kamis (04/06/2026) di Lapangan Pelajar Bangkinang Kota. Apel ini sebagai bukti komitmen bersama menjaga keamanan masyarakat Kabupaten Kampar dari ancaman bencana Karhutla.
Hadir dalam apel tersebut Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Sebayang beserta jajarannya, Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti, perwakilan Kepala BASARNAS Provinsi Riau, Pj. Sekda Kab. Kampar Ardi Mardiansyah, Forkopimda, Manggala Agni, Kepala OPD dan Camat.
Kapolres Kampar menyampaikan bahwa Kehadiran Polres Kampar dalam apel kesiapsiagaan Karhutla tahun ini merupakan bentuk komitmen untuk terus bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat dalam menangkal ancaman bencana. "Polri siap memberikan dukungan penuh dalam segala tahapan penanggulangan Karhutla, mulai dari pencegahan, pemantauan, hingga penanganan darurat," kata Kapolres.
Kapolres juga mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan personel dan sarana operasional yang siap untuk bergerak cepat setiap saat. Selain menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama masa tanggap bencana, Polres Kampar juga siap mendukung koordinasi lintas sektor dan memberikan aksesibilitas bagi petugas penanggulangan bencana di seluruh wilayah Kabupaten Kampar.
Kapolres juga mengajak seluruh masyarakat untuk aktif berperan dalam pencegahan Karhutla. "Kita tidak bisa menangani bencana sendirian. Peran masyarakat sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dan melaporkan potensi kebakaran sangat penting. Bersama-sama kita dapat meminimalkan risiko dan dampak bencana yang mungkin terjadi," pungkasnya.
Sementara Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar menekankan, Kabupaten Kampar sebagai wilayah dengan luas kawasan hutan, perkebunan, dan gambut memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap Karhutla yang harus menjadi perhatian bersama. Bupati juga menyoroti dampak buruk yang ditimbulkan oleh Karhutla, mulai dari kerusakan lingkungan hingga kesehatan masyarakat.
Bupati juga mengemukakan beberapa poin penting dalam penanggulangan Karhutla, antara lain peningkatan sistem peringatan dini dan respons cepat, pemetaan wilayah rawan bencana, kesiapan peralatan dan sarana, penguatan koordinasi lintas sektor, kesiapsiagaan tanggap darurat, penegakan hukum yang tegas, peran aktif kepala desa dan lurah, serta penekanan pada keselamatan petugas dan masyarakat.
Setelah apel selesai, seluruh peserta melakukan pemeriksaan terhadap peralatan dan sarana penanggulangan bencana yang telah disiapkan, memastikan semua dalam kondisi prima dan siap untuk digunakan kapan saja diperlukan. **/ald