ATR/BPN Tingkatkan Transparansi Pengelolaan Keuangan lewat Sistem CMS Rabu, 29/04/2026 | 21:52
Sekretaris Jenderal ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan.
Jakarta — Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus mendorong penguatan tata kelola keuangan negara melalui optimalisasi penggunaan Cash Management System (CMS) yang telah diterapkan selama tiga tahun terakhir.
Sekretaris Jenderal ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, mengatakan penerapan CMS menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan transparansi serta pengawasan pengelolaan keuangan secara langsung dan akuntabel.
“Melalui CMS, proses transaksi keuangan dapat dilakukan secara digital dan real time. Sistem ini membantu meminimalkan potensi penyimpangan sekaligus memudahkan pengawasan oleh pimpinan maupun auditor,” ujar Dalu saat kegiatan apresiasi pengelolaan keuangan di Jakarta, Rabu (29/4/2026).
CMS merupakan layanan perbankan digital yang digunakan untuk pengelolaan saldo rekening, transfer dana, pembayaran penerimaan negara, hingga transaksi utilitas secara daring. Penerapan sistem tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 183 Tahun 2019 mengenai pengelolaan rekening pengeluaran kementerian dan lembaga.
Dengan implementasi CMS, bendahara pada setiap satuan kerja didorong untuk menerapkan sistem transaksi non tunai dalam pengelolaan anggaran. Langkah ini dinilai mampu memperkuat sistem pengendalian internal sekaligus meningkatkan kepatuhan terhadap aturan pengelolaan keuangan negara.
Dalu menyampaikan bahwa penggunaan CMS di lingkungan ATR/BPN terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025, ATR/BPN bahkan meraih peringkat pertama kategori penggunaan CMS kementerian/lembaga dengan jumlah virtual account lebih dari 500 rekening.
“Kami berharap pemanfaatan CMS ke depan dapat semakin optimal sehingga pengelolaan kas negara menjadi lebih efisien, transparan, dan terukur,” katanya.
Selain mendukung pengawasan keuangan, pemanfaatan CMS juga diarahkan untuk meningkatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Digitalisasi transaksi dinilai dapat mempercepat proses penyetoran dan mengurangi potensi kebocoran penerimaan negara.
Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara ATR/BPN, Kartika Sari, menuturkan bahwa implementasi CMS merupakan bagian dari strategi penguatan sistem keuangan berbasis transaksi non tunai secara menyeluruh.
“Penggunaan CMS diharapkan mampu meminimalkan temuan audit yang berulang sekaligus meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi pengelolaan APBN dan PNBP,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, ATR/BPN juga memberikan penghargaan kepada satuan kerja yang dinilai memiliki kinerja terbaik dalam penggunaan CMS serta pencapaian target PNBP. Penilaian dilakukan berdasarkan tingkat pemanfaatan sistem di berbagai bank mitra dan capaian penerimaan negara sesuai kategori target yang ditetapkan.
Melalui optimalisasi Cash Management System, ATR/BPN menargetkan sistem pengelolaan keuangan yang semakin terintegrasi dan transparan, sekaligus memperkuat kontribusi terhadap penerimaan negara serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap tata kelola pemerintahan.**/rilis