Wabup Siak Serahkan Bantuan Dua Mesin Pertanian untuk Gapoktan Kamis, 09/04/2026 | 13:01
Berkabarnews.com, Siak - Wakil Bupati Siak Syamsurizal menyerahkan bantuan mesin pertanian kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bungaraya, yaitu Gapoktan Sumber Rejeki Binaan Brigif TP-89 GG Kampung Bungaraya dan Brigade Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Siak.
Dua unit mesin panen padi modern jenis Harfia 110 Max itu merupakan bantuan Kementerian Pertanian yang diserahkan kepada Dinas Pertanian Pemkab Siak, untuk mendukung meningkatkan produktivitas, serta mempercepat waktu olah tanah dan panen padi.
Wabup Syamsurizal menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Pertanian yang terus mendorong penggunaan alat pertanian modern di daerah. Menurutnya, keberadaan alat panen ini akan sangat membantu petani dalam meningkatkan efisiensi kerja di lapangan.
“Bantuan ini tentu sangat bermanfaat bagi petani. Kita berharap pemanfaatannya bisa maksimal, sehingga proses panen lebih cepat, efisien, dan hasil pertanian semakin meningkat, tentu ini juga menjadi bagian dari upaya kita bersama dalam mendukung swasembada pangan nasional,” ujar Wabup Syamsurizal, saat menyerahkan bantuan di Halaman Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Komplek Perkantoran Sei Betung, Kecamatan Siak, Kamis (9/4/2026).
Sedangkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Siak, Kaharuddin, menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan hasil usulan dari Dinas kepada Kementerian Pertanian dalam rangka mendukung kebutuhan alat pertanian di Kabupaten Siak.
Bantuan combine harvester Harfia 110 Max ini bersumber dari dana APBN Tahun Anggaran 2026, dengan estimasi biaya per unit sekitar Rp 500 juta. Alat modern ini kini mulai dioperasikan untuk mempermudah proses panen, mengurangi beban kerja petani, dan memastikan hasil panen lebih optimal di Kabupaten Siak.
“Untuk tahap ini, kita menerima dua unit combine harvester. Satu unit diserahkan ke Gapoktan binaan Brigif TP-89 GG di Bungaraya, dan satu unit lagi untuk brigade dinas yang sifatnya mobile, sehingga bisa digunakan membantu petani di mana saja, bahkan berbagai kecamatan,” jelasnya.
Ia menambahkan, mesin pertanian brigade juga akan dimanfaatkan untuk mendukung program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), khususnya penanaman padi gogo di sela tanaman kelapa sawit yang saat ini dilaksanakan di beberapa kecamatan seperti Dayun, Lubuk Dalam, Koto Gasib, Kerinci Kanan, dan Kandis dengan target luas tanam sekitar 750 hektare pada tahun 2026.
Selain itu, pihaknya juga menjalankan berbagai program pendukung sektor pertanian, di antaranya adanya bantuan optimalisasi lahan seluas 600 hektare di Kecamatan Bungaraya dan Sungai Mandau, serta peningkatan indeks pertanaman (IP) padi dari 250 menjadi 300 pada lahan seluas 1.900 hektare di Kecamatan Bungaraya, dengan dukungan bantuan benih sebanyak 47,5 ton untuk tujuh desa.**/inf