Kunker ke Pekanbaru PKK Siak Kagum Melihat Kaum Ibu Pilah Sampah Jadi Uang Rabu, 13/05/2026 | 09:18
Berkabarnews.com, Pekanbaru - Sampah botol plastik, kardus bekas, hingga minyak tidak lagi dibuang oleh kaum ibu di Pekanbaru karena sekarang ada nilai ekonomisnya. Sampah-sampah tersebut mulai dikumpulkan, dipilah, lalu ditukar menjadi uang melalui program waste station Pemko Pekanbaru.
Hal ini menarik perhatian Ketua TP PKK Kabupaten Siak, Siti Sarifah Syamsurizal yang datang berkunjung dan berdiskusi bersama Ketua TP PKK Kota Pekanbaru, Sulastri Agung, di Kediaman Wali Kota Pekanbaru, Selasa (12/5/2026).
“Alhamdulillah kita senang sekali bisa berbagi informasi dengan TP PKK Kabupaten Siak tentang bagaimana mengelola sampah. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi Kabupaten Siak,” ujar Sulastri Agung.
Menurutnya, pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga. Karena itu, TP PKK ikut mendorong perubahan kebiasaan masyarakat agar lebih peduli memilah sampah sejak dari dapur rumah sendiri.
"Di waste station, warga dapat membawa sampah yang sudah dipilah seperti botol plastik, kardus, hingga barang bekas lain yang masih memiliki nilai jual. Sampah tersebut kemudian ditimbang dan dikonversi menjadi uang," kata Sulastri.
Konsep ini perlahan membuat sebagian warga mulai melihat sampah dari sudut pandang berbeda. Tidak sedikit ibu-ibu yang kini sengaja menyimpan sampah anorganik di rumah sebelum dibawa ke waste station. Kondisi ini juga mengurangi sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir selain mampu menambah pemasukan rumah tangga meski dalam jumlah kecil.
Sulastri mengatakan, Pemko Pekanbaru terus mendorong berbagai inovasi pengelolaan sampah untuk mewujudkan kota yang lebih bersih. Salah satu target besarnya yakni meraih kembali Piala Adipura.
“Kita terus berbenah dan tentunya ini juga perlu komitmen dari semua pihak, seluruh masyarakat di Kota Pekanbaru. Supaya kita bisa mewujudkan kota yang bersih dan mendapatkan Adipura,” kata Sulastri.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Siak, Siti Sarifah Syamsurizal, mengaku tertarik dengan konsep waste station yang dinilai mampu mengubah pola pikir masyarakat terhadap sampah.
“Kita sangat senang bisa mempelajari ilmu ini, kita melihat juga bagaimana antusiasme masyarakat dengan waste station ini. Inovasi ini sangat baik dan kita ingin agar ini bisa diterapkan di Kabupaten Siak,” katanya.**/ian