Satu Tahun Kepemimpinan Agung-Markarius Kota Pekanbaru Catat Kemajuan Signifikan Rabu, 06/05/2026 | 00:10
Berkabarnews.com, Pekanbaru - Satu tahun di bawah kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius Anwar, Kota Pekanbaru mencatat capaian signifikan. Arah pembangunan kota tidak hanya lebih terstruktur, tetapi juga berhasil melampaui sejumlah target strategis, menjadi fondasi kuat menuju kota yang lebih bersih, sehat, kompetitif, dan berkelanjutan.
Transformasi ini terlihat dari pendekatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satu terobosan yang mendapat respons positif adalah kehadiran layanan administrasi kependudukan melalui Mobil AMAN. Program ini memungkinkan masyarakat mengurus berbagai dokumen kependudukan secara langsung di lingkungan mereka, tanpa harus datang ke kantor pelayanan.
Selain itu, percepatan layanan perizinan juga menjadi perhatian serius. Proses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang sebelumnya memakan waktu cukup panjang, kini dapat diselesaikan hanya dalam hitungan jam. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif di Kota Pekanbaru.
Di sektor lingkungan, Gerakan Serbu Sampah digulirkan secara masif oleh Pemko Pekanbaru, diperkuat dengan pembentukan Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) di 83 kelurahan. Gerakan “Serbu Sampah” juga digulirkan sebagai bentuk peningkatan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Upaya ini diperkuat dengan penegakan hukum terhadap pelaku pembuangan sampah ilegal.
Bahkan tidak hanya berhenti pada penanganan konvensional, Pemerintah Kota Pekanbaru juga mulai mengembangkan konsep pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy) sebagai solusi jangka panjang yang berkelanjutan.
“Dengan adanya program ini, saya berharap masyarakat bisa dengan tangan terbuka menjaga lingkungan sekitar dari sampah dan di kota tercinta ini tidak ada lagi sampah yang berserakan dan menumpuk,” kata Wali Kota Agung Nugroho.
Kemudian, masalah banjir yang selama ini menjadi tantangan di Kota Pekanbaru ditangani melalui pendekatan yang lebih sistematis. Pemerintah Kota melakukan penanganan di berbagai titik rawan, termasuk normalisasi sungai, perbaikan drainase, serta penataan daerah aliran sungai. Upaya pengendalian banjir memang menjadi salah satu prioritas utama Wako dan Wawako Pekanbaru, Agung Nugroho-Markarius Anwar.
Satu tahun terakhir, Pemerintah kota Pekanbaru berhasil menangani 20 titik rawan banjir, melakukan normalisasi sungai sepanjang 78,2 kilometer, serta membenahi drainase dan daerah aliran sungai (DAS) sepanjang 109,5 kilometer. Di sisi lain, komitmen terhadap lingkungan diperkuat dengan penanaman 15 ribu pohon sebagai bagian dari visi Pekanbaru Green City.
Solidaritas antar daerah juga ditunjukkan Pekanbaru dengan menyalurkan bantuan bagi wilayah terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, masing-masing berupa bantuan tunai Rp3 miliar dan sembako senilai Rp1,5 miliar.
Selain itu, pembangunan dan perbaikan infrastruktur terus digenjot. Puluhan kilometer jalan telah diperbaiki, fasilitas halte diremajakan, serta penerangan jalan umum ditingkatkan. Sedangkan penyediaan akses WiFi gratis di sejumlah titik publik juga menjadi bagian dari upaya mendukung konektivitas masyarakat di era digital.
Bidang Pendidikan dan Kesehatan
Pemerintah Kota Pekanbaru juga menunjukkan komitmen yang jelas untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Digulirkannya program beasiswa bagi pelajar hingga jenjang S1, S2, dan S3, termasuk bagi hafiz Al-Qur’an, menjadi bentuk dukungan nyata bagi peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Program “Zero Putus Sekolah” menjadi langkah strategis dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh anak. Program Zero Putus Sekolah ini berhasil menjaring 1.778 anak dengan berbagai latar belakang, dan mengembalikan 757 anak ke bangku pendidikan.
Di tingkat pendidikan dasar, pemerintah juga memastikan ketersediaan layanan PAUD di setiap kelurahan. Program ini diintegrasikan dengan layanan posyandu serta pelatihan kader, sebagai bagian dari strategi menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas generasi sejak usia dini.
Prestasi daerah pun ikut mengiringi perjalanan ini. Pekanbaru meraih Juara 2 MTQ tingkat Provinsi Riau dan sukses menyelenggarakan MTQ ke-57 tingkat kota. Festival Kreatif Budaya Melayu digelar untuk menghidupkan nilai budaya sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM.
Sedangkan untuk bidang kesehatan, Pemerintah Kota Pekanbaru menghadirkan program pemeriksaan kesehatan gratis serta Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar pelajar dan kelompok rentan, seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Kebijakan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi langkah konkret untuk menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Penguatan Ekonomi
Dalam upaya menjaga daya beli masyarakat, Pemerintah Kota Pekanbaru secara rutin menggelar bazar pangan murah di berbagai lokasi. Program ini memberikan akses bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Pemberdayaan masyarakat juga diperkuat melalui program bantuan Rp100 juta per RW, yang memberikan ruang partisipasi bagi masyarakat dalam pembangunan lingkungan masing-masing.
Di sektor ekonomi makro, upaya pengentasan kemiskinan terus dilakukan melalui intervensi yang terarah, termasuk penguatan UMKM dan pengembangan koperasi di tingkat kelurahan.
Tata Kelola Pemerintahan
Dalam tata kelola pemerintahan, capaian signifikan ditunjukkan dengan pelunasan utang daerah sebesar Rp467 miliar. Selain itu, masuknya investasi baru dan percepatan layanan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang kini dapat diselesaikan hanya dalam satu jam menjadi indikator meningkatnya kepercayaan publik dan dunia usaha.
Keamanan masyarakat juga diperkuat melalui peluncuran Tim Reaksi Cepat (TRC) Pekanbaru Aman 112. Di sektor lingkungan, inovasi pengelolaan sampah berbasis waste to energy (WTE) mulai dikembangkan sebagai solusi jangka panjang.
Atas berbagai capaian tersebut, Wali Kota Agung Nugroho meraih penghargaan peringkat dua nasional dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 dari pemerintah pusat, khususnya dalam keberhasilan menekan angka kemiskinan dan stunting.
Selain itu, penguatan kapasitas aparatur dilakukan melalui pengangkatan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) serta pemberian tunjangan kinerja yang mendukung peningkatan kualitas pelayanan.
Dukungan terhadap Program Strategis Nasional
Pekanbaru juga menunjukkan komitmen kuat mendukung Program Strategis Nasional (PSN). Program Makan Bergizi Gratis telah didukung oleh 27 dapur umum dengan kapasitas 3.000–3.500 porsi per hari per dapur. Sebanyak 83 Koperasi Merah Putih berbadan hukum telah terbentuk di setiap kelurahan.
Digitalisasi pendidikan terus berjalan, ditandai dengan penggunaan smartboard di sekolah negeri. Program Sekolah Rakyat tengah dalam tahap persiapan dengan dukungan lahan yang telah tersedia. Upaya pengentasan kemiskinan dilakukan melalui intervensi langsung dan penguatan UMKM.
Di sektor perumahan, pemerintah telah membangun 42 unit rumah layak huni dan merehabilitasi 12 unit lainnya. Sementara itu, pembangunan jaringan gas kota telah menjangkau 20 ribu sambungan rumah.
Dengan capaian ini, Pekanbaru tidak hanya bergerak maju, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai kota yang adaptif, progresif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.**/Adv