Sidak, Wako Pekanbaru Geram Pembangunan Pasar Bawah Tak Kunjung Selesai Kamis, 30/07/2026 | 13:44
Wako Pekanbaru di Pasar Bawah
Berkabarnews.com, Pekanbaru - Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke bangunan gedung Pasar Wisata Pasar Bawah, Kamis (30/7/2026), untuk melihat langsung progres pekerjaan pembangunan pasar tersebut. Ia mengaku geram dengan progres pekerjaan yang tidak kunjung tuntas.
Sebelumnya kata Wako Pekanbaru, pihaknya sudah banyak menerima bpengaduan dari pedagang, bahwa pekerjaan sudah mangkrak berbulan-bulan. Saat sidak Wako menemui langsung pengelola di lokasi dan meninjau setiap pekerjaan pembangunan yang sudah dilakukan.
"Kita lihat laporan masyarakat, salah satunya (pembangunan) yang tidak selesai. Ini sudah tiga bulan lebih mangkrak pembangunannya," kata Agung saat sidak.
Menurut Wako Pekanbaru, seharusnya dari perjanjian kontrak kerja sama antara Pemko Pekanbaru dan PT Ali Akbar Sejahtera selaku pengelola, pembangunan revitalisasi Pasar Bawah harusnya sudah selesai dikerjakan pada tahun 2025 kemarin. Kenyataannya, hingga pertengahan tahun 2026 pekerjaan revitalisasi baru berjalan berkisar 60 persen dari total pembangunan yang disepakati.
Agung menyebutkan bahwa Pemko Pekanbaru melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan telah memberikan surat peringatan pertama dan kedua kepada pengelola. Melihat kondisi saat ini kata Agung, pihaknya akan memberikan peringatan ketiga kepada pengelola. Pemko juga menjadwalkan pemanggilan pengelola pada awal pekan depan.
"Pengelola, kontraktor, dan pedagang akan dipanggil untuk merumuskan permasalahan ini. Kalau tidak selesai juga peringatan ketiga ini, kita putus kontrak. Maka akan diaudit," tegas Wako Pekanbaru.
Jika putus kontrak dengan pihak ketiga, Agung menyebut Pemko akan mengambil alih pembangunan. Ia tidak ingin pekerjaan ini terlalu lama dan menimbulkan kerugian pada pedagang. Apalagi keberadaan pasar ini menjadi salah satu ikon Kota Pekanbaru.
"Mangkrak ini, pertama adalah karena pembiayaan. Pembiayaan antara kontraktor dan pengelola. Ini yang mau kita dudukan, open manajemen. Kalau tidak sanggup akan diambil alih Pemko," ujar Agung Nugroho.**/ian