Berkabarnews.com, Pekanbaru - Shalat dhuha adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada waktu pagi hari setelah matahari terbit hingga sebelum waktu shalat zuhur. Shalat ini termasuk dalam ibadah sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW karena memiliki banyak keutamaan.
Allah SWT menjanjikan kecukupan rezeki bagi hamba yang menunaikan shalat dhuha pada awal siang. Dua rakaat shalat Dhuha juga bernilai sedekah untuk 360 persendian tubuh manusia. Orang-orang yang menjaga shalat Dhuha akan diampuni dosa-dosanya meskipun sebanyak buih di lautan.
Diriwayatkan dari Abu Dzar radliyallahu ‘anh, dari Nabi SAW, beliau bersabda: "Ada sedekah (yang hendaknya dilakukan) atas seluruh tulang salah seorang dari kalian. Karena itu setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, amar ma’ruf adalah sedekah, nahi munkar adalah sedekah, dan dua rakaat shalat dhuha mencukupi semuanya itu" (HR Muslim).
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anh, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada yang menjaga shalat dhuha kecuali orang yang kembali kepada Allah dengan bertaubat." Rasulullah SAW bersabda: "Shalat dhuha adalah shalat orang-orang yang kembali kepada Allah dengan bertaubat" (HR al-Hakim dan ia berkata: “Ini hadits shahih sesuai syarat Imam Muslim).
Diriwayatkan dari Ismail bin Ubaidillah, dari Abdullah bin Amr, ia berkata,. "Aku bertemu dengan Abu Dzar radliyallahu ‘anh, lalu berkata: 'Wahai Paman, beritahukanlah diriku pada suatu kebaikan.’ Lalu ia menjawab: ‘Aku bertanya kepada Rasulullah SAW sebagaimana Kamu bertanya kepadaku. Lalu beliau bersabda: Bila Kamu shalat dhuha dua rakaat maka tidak akan dicatat sebagai bagian dari kaum yang lalai; bila Kamu shalat dhuha empat rakaat maka akan dicatat sebagai bagian dari kaum yang berbuat baik; bila Kamu shalat dhuha enam rakaat maka akan dicatat sebagai bagian dari kaum yang taat; bila kamu shalat dhuha delapan rakaat maka akan dicatat sebagai bagian dari kaum yang beruntung; bila kamu shalat dhuha 10 rakaat maka pada hari itu tidak akan dicatatkan dosa bagimu; dan bila kamu shalat dhuha 12 rakaat maka akan dibangunkan untukmu sebuah rumah di surga’ (HR al-Baihaqi).
Waktu Utama Shalat dhuha
Waktu shalat dhuha sebenarnya adalah mulai matahari terbit seukuran satu tombak sampai waktu zawâl sebagaimana telah disebutkan. Namun demikian, ada waktu yang lebih utama yaitu ketika terik matahari telah terasa panas. Dalam fikih diistilahkan dengan rumus "setelah melewati seperempat siang" (dihitung dari awal subuh). Kira-kira mulai sekitar jam 9 pagi.
Diriwayatkan dari Zaid bin Arqam radliyallahu ‘anh, sungguh ia pernah melihat segolongan orang melakukan shalat dhuha, lalu ia berkata, "Tidakkah kalian tahu, bahwa shalat dalam waktu ini lebih utama? Sungguh Rasulullah SAW bersabda: ‘Shalat kaum awwâbîn (shalat dhuha) adalah saat kaki anak-anak unta merasakan panasnya bumi karena terik matahari’'(HR Muslim).
Hikmah shalat dhuha pada waktu utama ini adalah agar setiap seperempat siang tidak kosong dari shalat. Seperempat siang pertama ada shalat Shubuh, seperempat siang kedua ada shalat dhuha, seperempat siang ketiga ada shalat Dhuhur, dan seperempat siang keempat ada shalat Ashar.
Rakaat dan Bacaan Surat Shalat Dhuha
Sunnah dilakukan dengan dua rakaat salam. Batas minimalnya adalah dua rakaat, sedangkan batas maksimalnya adalah 12 rakaat. Adapun surat yang sunnah dibaca setelah surat al-Fatihah adalah surat as-Syamsu dan ad-dhuha, atau surat al-Kafirun dan al-Ikhlas.
Atau lebih utama digabung, rakaat pertama membaca as-Syamsu dan al-Kafirun, kemudian rakaat kedua membaca ad-dhuha dan al-Ikhlas. Kemudian untuk rakaat-rakaat berikutnya surat al-Kafirun di rakaat pertama dan al-Ikhlas di rakaat kedua. (Ad-Dimyathi, Hâsyiyyah I’ânatut Thâlibîn, juz I, halaman 255).
Tata Cara Shalat Dhuha
Shalat dhuha dapat dilaksanakan sebagaimana shalat-shalat sunnah lainnya, yaitu setiap dua rakaat salam. Membaca niat di dalam hati bersamaan takbîratul Ihrâm. Bacaan niat: Ushallî sunnatad dhahâ rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ. Artinya: Saya niat shalat sunnah dhuha dua rakaat karena Allah ta’ala.
Selanjutnya melaksanakan gerakan dan bacaan shalat sebagaimana umumnya sampai salam setelah dua rakaat. Setelah salam atau selesai seluruh shalat kemudian membaca beberapa doa.**/disadur dari nu.or.id