Rapat Penanganan Karhutla, Kapolres Kampar: Ada 10 Desa Rawan Karhutla Jumat, 28/04/2023 | 16:14
BNEWS - Antisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kapolres Kampar hadir dalam Anev Karhutla tahun 2023 minggu ke IV di wilayah Kabupaten Kampar, yang dilaksanakan di Sanggar Pramuka Makodim 0313/KPR, Jumat (28/04/2023). Rapat ini dipimpin oleh Pj Bupati Kampar, Kamsol.
Pj. Bupati Kampar menyampaikan bahwa bencana Karhutla harus benar-benar diantisipasi, karena kondisi geografis Kabupaten Kampar merupakan wilayah yang rentan terjadi Karhutla.
"Rata-rata wilayah kecamatan berlahan gambut seperti di wilayah Kecamatan Tambang, Tapung, Tapung Hilir, Tapung Hulu dan Siak Hulu," kata Kamsol
Menurut Kamsol, nantinya juga akan dilakukan cek dan uji coba kesiapan peralatan pemadam api dari Dinas Damkar dan Tagana Kampar.
"Saya berharap dengan kegiatan anev ini dapat meningkatkan kerjasama kita dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Kampar," kata Kamsol.
Sementara Kepala Stasiun Klimatologi Kelas IV BMKG Riau, Ayi Sudrajat memaparkan bahwa terkait prakiraan curah hujan dan puncak musim kemarau tahun 2023, diperkirakan fase kemarau akan terjadi pada bulan Juli sampai September 2023.
Adapun paparan Anev Karhutla yang di sampaikan Kapolres Kampar AKBP Didik Priyo Sambodo melalui Kabag Ops Polres Kampar Kompol Maitertika, bahwa Polres Kampar telah melakukan mapping kerawanan Karhutla di Kabupaten Kampar.
Ada sebanyak 10 titik daerah rawan Karhutla yaitu di Desa Karya Indah Kec. Tapung, Desa Rimbo Panjang Kec. Tambang, Desa Kualu Kec. Tambang, Desa Buluh Nipis Kec. Siak Hulu, Desa Pantai Raja Kec. Perhentian Raja dan Desa Rantau Kasih Kec. Kampar Kiri Hilir.
Kemudian Desa Sungai Paku Kec. Kampar Kiri, Desa Salo Kec. Salo, Desa Ridan Permai Kec. Bangkinang Kota dan Desa Danau Lancang Kec. Tapung Hulu.
"Terkait antisipasi Karhutla, kita sudah dalam status Siaga Karhutla mulai 13 Februari s.d 13 November 2023 dan jajaran Polda Riau sudah ada Aplikasi Dashboard Lancang Kuning, yang dapat memantau dan memonitoring jika ada titik Hot Spot dan Karhutla di wilayah Provinsi Riau," kata Kapolres.
Adapun SOP Penanganan Karhutla mulai dari monitoring titik hot spot hingga tindak lanjut pemadaman api di TKP Karhutla dan dalam penanganan Karhutla, Polres Kampar telah membentuk Polsek Rayonisasi yang terdiri dari 4 rayonisasi.
Sedangkan untuk penanggulangan Karhutla, Polres Kampar telah mempersiapkan 460 orang personil, 4 unit mini striker, 37 unit mesin robin, 26 unit mesin air, 170 unit selang, 58 unit Nozel, 1 unit drone, 233 unit KBM R2, 52 Unit KBM R4 dan 1 unit Ransus (AWC ) Damkar.
"Dalam upaya pencegahan Karhutla, kami meminta bantuan kepada pihak perusahaan yang ada di Kabupaten Kampar, untuk dapat memberikan himbauan dan sosisalisasi kepada masyarakat baik sosialisasi langsung maupun berupa penyebaran maklumat dan spanduk larangan Karhutla," kata Kapolres.**/ald